Palu (antarasuleng.com)
- Pada awal 2011, sepuluh ekor sapi milik warga Kota Palu, Ibu Kota Sulawesi
Tengah, ditemukan mati medadak setelah menenggak air Sungai Poboya yang mengandung
limbah merkuri (Hg) atau sianida (Cn) dari limbah pengolahan tambang emas
tradisional Poboya.
Beberapa pekan sebelumnya, tiga sapi milik warga juga tewas. Penyebabnya diperkirakan sama.
Pemilik sapi mengaku telah mendapat ganti rugi sejumlah uang dari pemilik tong (pengolahan batuan emas) yang berada di sekitar Poboya.